1.
Minyak Zaitun
Minyak zaitun atau disebut juga
dengan olive oil ialah minyak yang berasal dari buah zaitun ( Olea Europaea). Minyak
zaitun ini juga termasuk salah satu minyak yang sehat karena didalamnya
terkandung lemak tak jenuh yang tinggi lho. Selain minyaknya yang bisa
dimanfaatkan, buah zaitun pun dapat dimakan. Manfaat minyak zaitun telah
diketahui dari dahulu kala dan bahkan telah dipakai untuk pengobatan di zaman
Mesir kuno. Minyak yang ampuh ini tak hanya bisa dimanfaatkan untuk kesehatan
saja, namun bisa sebagai bahan perawatan kecantikan yang aman dan tak ada efek
sampingnya. Tak heran jika saat ini minyak zaitun sudah dikembangkan sebagai
komposisi primer untuk produk kecantikan.
A. Kandungan Minyak Zaitun
Adapun kandungan dan zat-zat alami yang dikandung oleh minyak zaitun antara lain vitamin A, C, D, E, K, asam lemak tak jenuh, asam maristat, asam arachidat, asam palmitat, asam stearate, dan lignoserat. Tak hanya itu saja, minyak zaitun pun mengandung polifenol, asam oleat, pottasium, asam lemak esensial, zat besi, dan juga kalsium. Kandungan fenol yang terdapat pada minyak zaitun mengandung flavonoid yang mempunyai peranan aktif sebagai antioksidan yang sangat baik serta dapat membantu dalam menghambat proses oksidasi dari kolesterol jahat dalam tubuh.
·
Asam
maristat
Asam miristat atau asam
tetradekanoat merupakan asam lemak jenuh yang tersusun dari 14 atom C. Asam ini
pertama-tama diekstrak dari tanaman pala (Myristica fragrans). Meskipun demikian, aroma khas pala
tidak berasal dari asam ini melainkan dari minyak
atsiri yang juga dapat dijumpai pada buah tanaman ini.
CH3(CH2)12COOH
·
- Asam palmitat
Asam palmitat adalah asam
lemak jenuh yang tersusun dari 16 atom karbon (CH3(CH2)14COOH).
Pada suhu ruang, asam palmitat berwujud padat berwarna putih. Titik leburnya
63,1 °C.
Asam palmitat adalah produk awal dalam proses
biosintesis asam lemak (lihat artikel asam lemak).
Dari asam palmitat, pemanjangan atau penggandaan ikatan berlangsung lebih
lanjut.
- asam stearate
Asam stearat, atau asam
oktadekanoat, adalah asam lemak jenuh
yang mudah diperoleh dari lemak hewani serta minyak masak. Wujudnya padat pada
suhu ruang, dengan rumus kimia CH3(CH2)16COOH.
Kata stearat berasal dari bahasa Yunani stear, yang berarti "lemak padat"

- asam oleat
Asam oleat atau asam Z-Δ9-oktadekenoat
merupakan asam
lemak tak jenuh yang banyak
dikandung dalam minyak zaitun. Selain minyak zaitun juga terdapat pada limbah
industri sawit, yaitu lumpur sawit [1] Asam
ini tersusun dari 18 atom C dengan satu ikatan rangkap di antara atom C ke-9
dan ke-10. Selain dalam minyak zaitun (55-80%), asam lemak ini juga terkandung
dalam minyak bunga matahari kultivar tertentu, minyak raps, serta minyak
biji anggur.
Rumus kimia: CH3(CH2)7CHCH(CH2)7)COOH.
Asam lemak ini pada suhu ruang berupa cairan kental
dengan warna kuning pucat atau kuning kecokelatan. Asam ini memiliki aroma yang
khas. Ia tidak larut dalam air, titik leburnya 15.3 °C dan titik didihnya
360 °C.
Asam oleat memberikan minyak zaitun karakteristik yang unik dan dalam bidang kuliner minyak zaitun menempati posisi "terhormat" di antara minyak-minyak masak yang lain.
- asam lemak esensial
Asam lemak esensial merupakan sebutan bagi asam lemak
yang tidak dapat dibuat sendiri oleh suatu spesies hewan (termasuk
manusia), atau dapat dibuat tetapi tidak mencukupi kebutuhan minimal yang
diperlukan untuk memenuhi fungsi fisiologinya. Hal ini terjadi karena spesies
yang bersangkutan tidak memiliki,atau memiliki tetapi kurang fungsional, enzim yang
bertanggung jawab dalam melakukan sintesis asam lemak tersebut.
Bagi setiap spesies, asam lemak yang
esensial berbeda-beda. Bagi manusia, asam lemak esensial mencakup golongan asam lemak tak jenuh
jamak (polyunsaturated fatty acids, PUFA) tipe cis, khususnya
dari kelompok asam lemak Omega-3,
seperti misalnya asam α-linolenat (ALA), Asam eikosapentaenoat
(EPA), dan asam dokosaheksaenoat (DHA), dan asam lemak Omega-6,
seperti misalnya asam linoleat. Tubuh manusia
tidak mampu menghasilkan enzim desaturase tetapi mampu
memanjangkan dan merombak PUFA.
- Kucing tidak mampu memanjangkan asam linoleat menjadi asam arakidonat (ARA) (suatu asam lemak Omega-6) yang diperlukannya karena tidak mempunyai enzim untuk keperluan itu. Tumbuhan tidak menghasilkan ARA, maka kucing menjadi karnivora obligat untuk memenuhi keperluan ini.


Makasih, sangat berguna
BalasHapus